PENDIDIKAN
DI MALAYSIA
Wajib belajar sembilan tahun yang
dicanangkan pemerintah sebagai pendidikan dasar, ternyata belum menuai hasil
yang menggembirakan. Tulisan sdr. Hariyanto Imadha berjudul “Oemar Bakrie dan
Oemar Badroen” (Jawa Pos, Opini 5/5/07) adalah salah satu bukti dan potret
keseharian pejuang pendidikan kita. Pertanyaannya adalah apakah jika sudah
digelari “pahlawan tanpa tanda jasa”, maka kesejahteraannya menjadi tak
terpikirkan lagi?
Pendidikan, secara umum menjadi
tangung jawab negara. Konstitusi membebankan tanggung jawab mencerdaskan
kehidupan bangsa melalui pendidikan nasional kepada pemerintah. Tetapi
kenyataannya, kinerja negara dalam mendukung pendidikan dasar adalah masih
rendah. Hal ini terbukti masih banyaknya potret buram dunia pendidikan dasar
kita, dimulai dari gedung Sekolah Dasar yang sudah tak layak pakai, roboh,
sampai kepada kesejahteraan para guru yang belum memadai.
Kritik terhadap pembangunan dunia
pendidikan kita sudah banyak diulas, dibicarakan, ditulis, dan diseminarkan.
Namun solusi yang jitu belum dirasakan, bahkan solusi yang diambil lebih
berkesan “trial &