Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Juni 2015

“Santri Harus Siap Dipakai Jangan Disiapake”
Ungkapan Sederhana Namun Mengena Ini Menjadi Semboyan Pondok Pesantren Darussalam Mekar Agung Pucanganom Kenbonsari Kabupaten Madiun.


Menyiapkan Santri Di Home Industri Hingga Ujung Negeri





Sabtu, 17 November 2012


PERANGKAT PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN AGAMA MTs KARAKTER 2012 TERBARU
1. SILABI, RPP, PROTA PROMES DAN KKM MATA PELAJARAN  BAHASA  ARAB  BERKARAKTER 2012 TERBARU  klik disini  
2. SILABI, RPP, PROTA PROMES DAN KKM MATA PELAJARAN  FIQIH BERKARAKTER 2012 TERBARU  klik disini
3. SILABI, RPP, PROTA PROMES DAN KKM MATA PELAJARAN  QURDITS BERKARAKTER 2012 TERBARU klik disini
4. SILABI, RPP, PROTA PROMES DAN KKM MATA PELAJARAN  AQIDAH AKHLAQ BERKARAKTER 2012 TERBARU  download 

Selasa, 11 September 2012

KALENDER PENDIDIKAN TAHUN PELAJARAN 2012 - 2013

HARI EFEKTIF, EFEKTIF FAKULTATIF DAN HARI LIBUR 
DILINGKUNGAN KANWIL KEMENAG PROV. JATIM TAHUN PELAJARAN 2012/2013
UNTUK RA, MI, MTs, MA/MAK DAN YANG SEDERAJAT => DOWNLOAD

Minggu, 09 September 2012

 RPP dan KKM Sejarah Kebudayaan Islam (SKI)kelas 7 mts semester 1 dan 2 ........

Rabu, 18 Juli 2012

"Tangungjawab yang ada lebih banyak dari masa yang ada" Ungkapan yang diucapkan As-Syahid Imam Hasan Al-Banna di atas jelas menggambarkan begitu beratnya amanah dan tangungjawab yang terpikul dibahu kita dalam konteks mahasiswa. Antara tangungjawab dan amanah.

Dua konatasi yang tidak jauh perbezaan serta tidak terlihat apakah sebenarnya kontradaksi antara keduanya. Mahasiswa adalah golongan yang paling bernilai kepada negara. Golongan yang begitu penting kepada agama dan masyarakat.

Mahasiswa adalah begitu sinonim dengan pemuda. Pemuda itu gagah tenaganya begitu juga mahasiswa. Pemuda itu intelek pemikiranya, teguh idealismanya begitu juga mahasiswa. Pemuda itu kuat tenaganya begitu juga mahasiswa. Pemuda itu kuat keinginnannya begitu juga mahasiswa. Pemuda itu jelas matlamatnya begitu juga mahasiswa. Jelas disini begitu pentingnya golongan mahasiswa.

Kamis, 07 Juni 2012

Senin, 21 Mei 2012

Wilayah Negara Iran masuk dalam kategori Negara-negara timur tengah yang memiliki luas wilayah 1.648.195 kilometer persegi dengan jumlah penduduk pada tahun 2006 sebesar 7.270.198 jiwa. Tingkat ekonomi pada tahun 2006 di Negara ini tergolong menengah kebawah pada tahun 2004 sebesar   US$ 2439.  Negara ini menmpati peringkat HDI ke 96 dari 177 negara. Dan  EDI ke 86 dari 125 negara.

A. Tujuan Pendidikan
Menurut dokumen yang disetujui oleh supreme council of education pada 1998, perkembangan nasional adalah tujuan utama bagi pendidikan yaitu untuk meningkatkan produktivitas, mencapai integrasi social dan nasional, mengelaola nilai-nilai social, moral dan spiritual denagan penekanan pada penguatan dan dorongan keyakinan terhadap Islam. Tujuan-tujuan yang disetujui council juga menekankan peran pendidikan pada pengembangan sumberdaya manusia untuk level ekonomi yang berbeda-beda dan oleh karena itu pendidikan dipandang sebagai investasi untuk masa depan.

A. Latar Belakang
India memiliki luas daerah 3.287.263 km persegi. Negara ini tercatat sebagai negara terluas ketujuh dan terpadat kedua di dunia setelah Cina. Mayoritas penduduknya beragama Hindu (83%). Adapun yang beragama Islam berjumlah 12%, Kristen, Siktis dan lainnya.
Ekonomi India mengandalkan sektor pertanian dan peternakan mencapai 34% dari pendapatan negara. Sektor pertanian sendiri mampu menyerap 69% tenaga kerja yang ada. Umumnya ekonomi India dipengaruhi oleh perubahan land reform, revolusi hijau, industrialisasi dan migrasi. Industri perfilm-an India tergolong besar dan sanggup merekrut banyak tenaga kerja. Bollywood merupakan contoh kongkritnya, dengan model dan alur cerita dalam film yang diiringi dengan nyanyian dan tarian tersebut selain mendatangkan profit juga melestarikan seni dan budaya lokal.
India merupakan salah satu kawasan Asia Selatan yang memiliki kemegahan kebudayaan yang megah di dunia yang menyaingi Cina dalam kesusasteraan, seni dan arsitektur. Perasaan nasionalis India mulai berkembang setelah timbul rasa bangga atas hasil-hasil kebudayaan mereka yang dipelajari dan kemudian dialih bahasakan oleh sarjana-sarjana asing ke dalam bahasa-bahasa barat.
ALatar Belakang
Pada awalnya Turki merupakan salah satu negara yang berbentuk kerajaan. Saat ini pemerintahan turki berbentuk republik yang beribu kota di Istanbul. Republik Turki termasuk sebagai negara dan memproklamirkan diri sebagai negara sekuler, namun tidak bisa dipungkiri bahwa jiwa Islamnya tetap melekat dan tak terpisahkan dari bangsa Turki. Begitu pun berdampak terhadap kemajuan pendidikan di negara tersebut.
Masuknya sistem pendidikan modern dalam kalangan kerajaan Turki Usmani bermula sejak sultan Mahmud II (1785-1839 M ), Turki mengadakan pembaharuan dalam berbagai bidang pendidikan. Di zaman itu, madrasah serupakan satu-satunya lembaga pendidikan yang ada di kerajaan Turki Usmani. Di madrasah itu Mahmud menyadari bahwa madrasah-madrasah tradisional tersebut tidak sesuai lagi dengan tuntunan perkembangan zaman. Oleh karena itu Turki berusaha untuk memperbaiki sistem pendidikan madrasah yang ada, agar anak-anak bisa mendapatkan pelajaran pengetahuan umum. Namun mengadakan perubahan dalam kurikulum madrasah dengan memasukkan pengetahuan-pengetahuan umum pada waktu itu sangat sulit. Karena itu, Turki mendirikan dua sekolah pengetahuan umum yang berdiri sendiri. Terpisah dari sistem madrasah tradisional yang ada. Kedua sekolah tersebut adalah :
1.      Sekolah Pengetahuan Umum (Mekteb-Ima’rif)
2.      Sekolah sastra (Mekteb-I Ulum Edebiye)
Sistem pendidikan di Turki dibangun sesuai dengan reformasi Attaturk setelah perang turki.

Pelaksanaan pendidikan nasional berlandaskan kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
.: Jalur Pendidikan
Jalur pendidikan terdiri atas:
1. pendidikan formal,
2. nonformal, dan
3. informal.

 1. Jalur Pendidikan Formal
Jenjang pendidikan formal terdiri atas:
1. pendidikan dasar,
2. pendidikan menengah,
3. dan pendidikan tinggi.

Jenis pendidikan mencakup:
1. pendidikan umum,
2. kejuruan,
3. akademik,
4. profesi,
5. vokasi,
6. keagamaan, dan
7. khusus.

Latar belakang

Korea Selatan dalam beberapa dekade ini berhasil menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang mengagumkan, dilihat dari angka dan persistensinya. Pertumbuhan ekonomi ini berkisar di angka 7-8% setiap tahunnya, semenjak awal 1960. Hal ini mengubah wajah Korea dari negara miskin menjadi negara industri dan jasa yang cukup maju. Perubahan yang terjadi ini tidak bisa dilepaskan dari kebijakan terhadap pengembangan sumberdaya manusia yang dilakukan pemerintah Korea Selatan sejak tahun 1945-an.
Hubungan antara pengembangan sumber daya manusia dengan pertumbuhan ekonomi ini memang sangat sulit untuk dibuktikan secara matematis. Becker, Murphy dan Tamura (1990) menunjukan bahwa pertumbuhan sumber daya manusia memiliki dampak terhadap pertumbuhan GDP. Lebih jauh lagi Hayami (2001) mengatakan bahwa pengembangan pengetahuan melalui investasi di bidang pendidikan merupakan prasyarat bagi pertumbuhan produktivitas negara.

Minggu, 20 Mei 2012



Mutu pendidikan Indonesia hingga kini belum memenuhi standar mutu yang jelas dan mantap berdasarkan outputnya Kurikulum yang memiliki peran sentral dalam dunia pendidikan telah mengalami perubahan, yaitu pada tahun 1947, 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994, 2004, dan 2006. Perubahan tersebut merupakan konsekuensi logis dari terjadinya perubahan sistem politik, sosial budaya, ekonomi, dan iptek dalam masyarakat berbangsa dan bernegara. Sebab, kurikulum sebagai seperangkat rencana pendidikan perlu dikembangkan secara dinamis sesuai dengan tuntutan dan perubahan yang terjadi di masyarakat.
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Ada sebuah hadist mengenai pendidikan, yang dalam bahasa Indonesia berbunyi: “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina”. Dalam hadist ini muncul satu negara, yaitu negeri Cina. Dari hadist ini timbul pertanyaan, ada apa dengan pendidikan cina sehingga dapat dijadikan panutan untuk negeri lain. Dalam buku Muhammad Said dan Junimar Affan (1987: 119) yang berjudul Mendidik Dari Zaman ke Zaman dikatakan bahwa: “Di negeri Cina pendidikan mendapat tempat yang penting sekali dalam penghidupan”. Dengan mendapatkan peranan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat, membuat sistem pendidikan di Cina meningkat.
Sikap orang Cina yang mementingkan pendidikan di dalam kehidupannya tela melahirkan sebuah filofis orang Cina mengenai pendidikan dan pendidikan ini telah lama menjaga kekuasaan Cina berapa lama, sampai pada masuknya bangsa asing ke Cina yang akan merubah wajah sistem pendidikan kuno di Cina. Tetapi, pada kesempatan ini tidak menjelaskan sampai masuknya bangsa asing ke Cina. Permulaan pendidikan Cina kuno mencampai puncak dimulai pada Dinasti Han, dimana ajaran Kung fu Tse kembali lagi diangkat dan diterapkan dalam kehidupan masyarakat Cina, yang sebelumnya ajaran ini dibrangus oleh penguasa sebelumnya.
Masyarakat Cina yang menganggap pendidikan sejalan dengan filsafat, bahkan menjadi alat bagi filsafat, yang mengutamakan etika (Muhammad Said dan Junimar Affan, 1987: 119). Anggapan ini membuat pendidikan di Cina mengiringi kembalinya popularitas aliran filsafat Kung Fu Tse di dalam masyarakat Cina.
Pada masa Dinasti Han banyak melahirkan para sarjana-sarjana yang kelak akan memimpin negara dan telah membuat Dinasti Han sebagai salah satu dinasti yang besar dalam sejarah Cina. Sistem pendidikan yang dikembangkan oleh bekas pengikut-pengikut Kung Fu Tse ini telah melahirkan sebuah golongan yang terkenal dalam sejarah Cina dan menentukan perjalanan kekuasaan Dinasti Han, yaitu Kaum Gentry.
Kaum gentry merupakan suatu komunitas orang-orang terpelajar yang telah menempuh pendidikan dan sistem ujian negara (Rochiati Wiriaatmadja, 2000: 23). Kaum terpelajar ini ditempa dengan pendidikan yang cukup keras dan sistem ujian negara yang cukup ketat. Pada masa Dinasti Han kaum gentry mendapatkan tempat yang terhormat disamping keluarga kerajaan dan para bangsawan (H.J. An Den Berg, Kroeskamp, dan J.P. Simandjoentak, 1951: 187). Keistimewaan kaum gentry ini digambarkan oleh Muh. Said dan Junimar Affan (1987: 126) yang mengatakan bahwa:


PENDIDIKAN DI MALAYSIA

Wajib belajar sembilan tahun yang dicanangkan pemerintah sebagai pendidikan dasar, ternyata belum menuai hasil yang menggembirakan. Tulisan sdr. Hariyanto Imadha berjudul “Oemar Bakrie dan Oemar Badroen” (Jawa Pos, Opini 5/5/07) adalah salah satu bukti dan potret keseharian pejuang pendidikan kita. Pertanyaannya adalah apakah jika sudah digelari “pahlawan tanpa tanda jasa”, maka kesejahteraannya menjadi tak terpikirkan lagi?
Pendidikan, secara umum menjadi tangung jawab negara. Konstitusi membebankan tanggung jawab mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan nasional kepada pemerintah. Tetapi kenyataannya, kinerja negara dalam mendukung pendidikan dasar adalah masih rendah. Hal ini terbukti masih banyaknya potret buram dunia pendidikan dasar kita, dimulai dari gedung Sekolah Dasar yang sudah tak layak pakai, roboh, sampai kepada kesejahteraan para guru yang belum memadai.
Kritik terhadap pembangunan dunia pendidikan kita sudah banyak diulas, dibicarakan, ditulis, dan diseminarkan. Namun solusi yang jitu belum dirasakan, bahkan solusi yang diambil lebih berkesan “trial &

Categories

Sample Text

Pages

Lencana Facebook

Ahmad Mu'alim. Diberdayakan oleh Blogger.

FOLLOWERS...

Mey Profilee...!!!

Foto saya
Madieoen, Jawa Tiemoer, Indonesia
tak ada yang istimewa dari ku tapi aku ingin membuat sesuatu yang istimewa sehingga aku pun juga akan terlihat istimewa...hehehe <(^_^)>

Popular Posts

Recent Posts

Text Widget